Selasa, 17 Juli 2018

PERHITUNGAN KUANTITAS MIKROBA



LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
LATIHAN IV
PERHITUNGAN KUANTITAS MIKROBA
Dosen Pengampu: Pujiati, S.Si., M.Si
 
Disusun Oleh :

Nama                          : Kurnia Pratiwi
NPM                           : 16431.028
Kelompok                  : 4
Asisten Praktikum    : Bagus Setyo Pratondo
 






LABORATORIUM BIOLOGI II
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN & ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI MADIUN
2018



PERHITUNGAN KUANTITAS MIKROBA

A.    TANGGAL DAN WAKTU PELAKSANAAN
Praktikum                         : Perhitungan Kuantitas Mikroba 
Hari                                   : Selasa
Tanggal dan waktu           : 12 Juni 2018 pukul 08.00 WIB – 15.00 WIB
Tempat                              : Laboratorum Biologi 2 Universitas PGRI Madiun
B.     TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan dari praktikum ini adalah memberi pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam hal penguasaan teknik seri pengenceran dan penentuan konsentrasi biomasa bakteri yang variabel dengan hitungan metode cawan (TPC).
C.    DASAR TEORI
      Mikroorganisme adalah makhluk hidup yang mempunyai ukuran yang sangat kecil. Untuk mengamati mikroba tidak bisa digunakan mata telanjang. Beberapa alat digunakan untuk mengamatinya, seperti mikroskop dengan perbesaran yang beragam. Selain diamati, mikroorganisme atau mikrobia tersebut juga dapat dihitung.Perhitungan ini diperlukan untuk mengetahui seberapa banyak jumlah mikroba yangada di dalam sampel.
     Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Peran mikroorganisme sangat luas yang mencakup di berbagai bidang yang meliputi : bidang pangan, kesehatan, industri, ekologi, teknik rekayasa genetika, dan lain-lain. Peran tersebut ada yang merugikan dan ada pula yang menguntungkan (Nurtjahyani, 2011).
     Setelah kita mempelajari bagaimana menumbuhkan suatu koloni bakteri, tentu harus mengetahui kuantitas dan kualitas dari bakteri tersebut. Dalam hal ini yang akan dibahas adalah bagaimana mengetahui kuantitas dari suatu bakteri. Ada berbagai cara untuk menghitung jumlah sel bakteri, antara lain hitungan langsung dengan menggunakan mikroskop, dan hitungan tidak langsung dengan metode hitung cawan baik dengan metode cawan tuang maupun metode cawan sebar.
     Pengukuran kuntitatif populasi mikroba dari suatu sampel dilakukan untuk mengetahui kualitas bahan atau tujuan lain berdasarkan jumlah mikroba yang ada dalam sampel tersebut. Sehingga dengan kita dapat mengetahui apakah mikroba tersebut berbahaya atau bahkan baik bagi lingkungan dalam jumlah tertentu.
      Untuk mengetahui perkembangan suatu bakteri membutuhkan pembuatan media dengan metode perhitungan bakteri yang ada dalam media. Ada banyaknya metode yang digunakan dalam menghitung jumlah bakteri secara kuantitatif dari suatu populasi bakteri. Proses penghitungan sel bakteri dapat dilakukan dengan beberapa metode baik secara langsung maupun tidak langsung, diantaranya adalah metode hitung pada cawan petri (standard plate count), metode pengamatan langsung dengan kaca objek atau metode hitung dengan menggunakan haemocytometer, metode ukur kekeruhan (turbidimetri) menggunakan spektrophotometer dan metode jumlah perkitaan terdekat.
      Dalam praktikum kali ini menggunakan metode hitung koloni dicawan petri (standar atau viable plate count methond) dan spektrofotometer (turbidimeter), kedua metode ini sering sekali digunakan karena kedua metode ini terhadang menghasilkan hasil perhitungan yang mirip namun keduanya mempunyai prinsip yang berbeda.
      Adapun tujuan praktikum perhitungan jumlah bakteri kali ini ialah mengetahui berbagai cara menghitung jumlah sel dari biakan suatu bakteri (Dwidjoseputro, 1994).
Istilah pertumbuhan umumnya digunakan bakteri dan mikroorganisme yang lainnya dan biasanya lebih mengacu pada perubahan di dalam hasil panen sel dan bukanlah dilihat.Pertambahan jumlah individu mikroorganisme tersebut. Suatu proses pertumbuhan menyatakan pertambahan jumlah atau massa yang melebihi dari yang ada di dalam inokulum asalnya (Volk, 1993).
Berbagai cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan. Cara yang paling sering digunakan adalah cara perhitungan koloni pada lempeng biakan (plate count),selainitu terdapat juga atau dapat diadakan perhitungan langsung secara mikroskopis.Cara yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mikroba salah satunya adalah cara menghitung langsung. Cara ini pada mulanya dilakukan dalam pemeriksaan bakteri yang dapat dalam air susu, tetapi dapat digunakan untuk penelitian lain. Cara ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup, tetapi pengerjaannya lebih cepat. Cara penghitungan pada lempeng pembiakan disebut juga metode penghitungan bakteri hidup atau metode penghitungan koloni. Penghitungan koloni, dilakukan penyimpanan pada suhu yang sesuai. Bakteri dapat tumbuh menjadi satu koloni yang terhitung mewakili jumlah bakteri hidup yang terdapat dalam tiap volume pengenceran yang digunakan (Fardiaz, 1993).
Tersedia banyak teknik untuk menghitung jumlah mikroba, diantaranya ialah metode hitung cawan (TPC) dan metode turbidimetrik:
1.      Total Plate Count (TPC)
Prinsip dari metode hitungan cawan adalah menumbuhkan sel mikroba yang masih hidup pada metode agar, sehingga sel mikroba tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. Metode hitungan cawan dapat dibedakan atas dua cara yaitu:  metode tuang (pour plate) dan metode permukaanatausebar (surfaceatauspread plate) (Fardiaz, 1993).
Praktikum kali ini akan dilakukan metode penghitungan cawan (TPC) untuk penghitungan kuantitas mikroba. Metode hitungan cawan didasarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang biak menjadi satu koloni. Jumlah koloni yang muncul pada cawan mengandung suatu indeks bagi jumlah organisme yang dapat hidup yang terkandung dalam sampel. Teknik yang harus dikuasai dalam metode ini adalah mengencerkan sampel dan mencawankan hasil pengenceran tersebut. Waktu inkubasi, jumlah koloni masing-masing cawan diamati. Cara memenuhi persyaratan statistik, cawan yang dipilih untuk penghitungan koloni ialah yang mengandung antara 30-300 koloni. Jumlah mikroorganisme dalam sampel tidak diketahui sebelumnya, maka untuk memperoleh sekurang-kurangnya satu cawan yang mengandung koloni dalam jumlah yang memenuhi syarat tersebut, maka harus dilakukan sederetan pengenceran dan pencawanan. Jumlah organisme yang terdapat dalam sampel asal ditentukan dengan mengkalikan jumlah koloni yang terbentuk dengan faktor pengenceran pada cawan yang bersangkutan (Waluyo, 2004).
Perhitungan ini mengacu kepada standar atau peraturan yang telah ditentukan. Syarat khusus dalam perhitungan ini antara lain (Pujiati, 2016):
a.       Salah satunya yaitu, seperti yang telah disebutkan di atas untuk memilih cawan yang telah ditumbuhi koloni dengan jumlah 30-300 koloni. Jika ˃ 300 = TNTC (Too Numerous To Count) atau TBUD (Terlalu banyak untuk dihitung). Jika ˂ 30 = TFTC (Too Few To Count).
10-2
10-3
10-4
TPC
Keterangan
234
650
TNTC
20
127
TNTC
5
10
195
2,3 × 104
1,3 × 105
2 × 106
28 dan 5 ˂ 30
650 ˃ 300
TNTC ˃ 300
b.      Jumlah koloni yang dilaporkan terdiri dari 2 digit, yaitu angka satuan dan angka sepersepuluh yang dikali dengan kelipatan 10 (eksponensial), missal 2,3 × 104, bukan 2,34 × 104. Pembulatan keatas dilakukan pada angka seperseratus yang sama atau lebih besar dari lima, missal 2,35 × 104 menjadi 2,4 × 104, atau 2,34 × 104menjadi 2,3 × 104.
c.       Bila diperoleh perhitungan ˂ 30 dari semua pengenceran, maka hanya dari pengenceran terendah yang dilaporkan.
10-2
10-3
10-4
TPC
Keterangan
15
1
0
1,5 × 10
Semua ˂ 30
d.      Bila diperoleh perhitungan ˂ 300 dari semua pengenceran, maka hanya dari pengenceran tertinggi yang dilaporkan.
10-2
10-3
10-4
TPC
Keterangan
TNTC
TNTC
TNTC
325
358
18
3,6 × 106
3,3 × 105
Pengenc. Tertinggi (10-4)
Pengenc. Tertinggi (10-3)
e.       Bilaada 2 cawan, masing-masingdaripengenceranrendahdantinggi yang berurutan dengan jumlah koloni 30-300 dan hasil bagi dari jumlah koloni pengenceran tertinggi dan terendah ≤ 2, makajumlah yang dilaporkan adalah nilai rata-rata. Jikahasil bagi dari pengenceran tertinggi dan terendah ˃ 2, maka jumlah yang dilaporkan adalah dari cawan dengan pengenceran terendah.
10-2
10-3
10-4
TPC
Keterangan
295
140
40
35
5
1
3,5 × 104
1,4 × 104
40.000/29.500 ˂ 2
35.000/14.000 ˃ 2
f.       Apabila setiap pengenceran digunakan 2 cawan petri (duplo), maka jumlah angka yang digunakan adalah rata-rata dari kedua nilai jumlah
masing-masing setelah diperhitungkan.
10-2
10-3
10-4
TPC
Keterangan
175
208
15
20
5
2
(17.500+20.800)/2 = 1,9 × 104
15 dan 20 ˂ 30
135
165
45
45
5
8
(13.500+16.500)/2 = 1,5 × 104
45.000/13.500 ˃ 2
45.000/10.500 ˃ 2
Dilap. Pengenc. Terendah
275
285
35
40
5
7
(27.500/35.000)/2 = a
(28.500+40.000)/2 = b
(a+b)/2 = 3,3 × 104
27.500/35.000 ˂ 2
28.500/40.000 ˂ 2
Dilap. Hasil rata-rata
290
305
25
28
5
0
(29.000+30.000)/2 = 3 × 104
25 dan 28 ˂ 30
Meskipun 305 ˃ 300
Metode ini merupakan cara paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik, dengan alasan:
1)      Hanya sel mikroba yang hidup yang dapat dihitung
2)      Beberapa jasad renik dapat dihitung sekaligus
3)      Dapat digunakan untuk isolasi, dan identifikasi mikroba karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari mikroba yang mempunyai penampang spesifik (Dwidjoseputro, 2005).
Keuntungan-keuntungan tersebut diatas, metode hitungan cawan juga mempunyai kelemahan sebagai berikut:
1)      Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya, karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk koloni.
2)      Medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan jumlah yang berbeda pula.
3)      Mikroba yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang kompak, jelas dan tidak menyebar.
4)      Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung (Dwidjoseputro, 2005).
2.      Metode turbidimetrik
Metode turbidimetrik merupakan metode pengukuran kekeruhan biakan dengan fotokolorimetri.Memerlukansuatu kurva standar yang menyatakan korelasi antara kekeruhan biakan dengan jumlah organisme per-ml biakan,agar data yang diperoleh pengukuran ini dapat dinyatakan sebagai konsentrasi organisme. Kurva semacam ini dapat diperoleh dengan cara menggunakan metode hitungan cawan untuk menentukan hitungan organisme di dalam biakan yang kekeruhannya diketahui. Kurva standar ini diperoleh, maka sejumlah organisme biakan sejenis dapat dengan cepat diukur kekeruhannya dan konsentrasinya segera diketahui dengan cara membaca kurva standar tersebut (Dwidjoseputro, 2005).
Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut:
Satu koloni dihitung 1 koloni.Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni. Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni. Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni.
Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidak dihitung. Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1 koloni (Pradhika, 2008).
D.    ALAT DAN BAHAN
1.                  Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah :
No
Nama
Jumlah
Fungsi
1
Tabung reaksi
9 buah
Sebagai tempat air fisiologis dan untuk pengenceran sampel.
2
Rak tabung reaksi
1 buah
Sebagai tempat untuk menaruh tabung reaksi
3
Gelas Ukur
1 buah
Untuk mengukur volume larutan
4
Bunsen
1buah
Untuk  membakar zat atau memanaskan larutan
5
Cawan petri
2 buah
Sebagai tempat untuk perkembangbiakan mikroba
6
Botol spray
1 buah
Untuk menyimpan alkohol
7
Alumunium foil
Secukupnya
Untuk melapisi tabung reaksi yang telah disumbat kapas supaya uap air saat proses sterilisasi dalam autoclave  tidak masuk dalam tabung reaksi.
8
Korek api
1 buah
Untuk menyalakan api pada bunsen
9
Pipet volume
2 buah
Untuk memindahkan larutan dengan volume yang diketahui
10
Kertas label
Secukupnya
Untuk memberi label pada setiap tabung reaksi dan cawan petri.
11
Kapas
Secukupnya
Untuk menyumbat lubang pada tabung reaksi.
12
Timbangan digital
1 buah
Untuk menimbang suatu zat
13
Cling warp
1 rol
Untuk menutup wadah (cawan petri) yang sudah berisi media yang akan diteliti
14
Penggaris
1 buah
Untuk membagi cawan petri menjadi 4 kuadran
15
Spidol
1 buah
Untuk memberi tanda kuadran
16
Kamera
1 buah
Untuk dokumentasi
2.      bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah :
No
Nama Bahan
Jumlah
Fungsi
1.
NA
1,2 gram
Sebagai media sintetik
penumbuh bakteri
2.
PDA
2,34 gram
Sebagai media sintetik
penumbuh bakteri
3.
Kertas label
1 lembar
Untuk melabeli  sampel
4.
Alkohol 70%
100 ml
Menyeterilkan alat dan bahan
5.
Gliserovulvin
2 ml
Anti kapang
6.
Air limbah deterjen
1 ml
Air sample
7.
CMC 2%
1,2 gram
Media sintetik selulosa
8.
Air fisiologis
81 ml
Air bersih dari mikroba
9.
Tanah
1 gram
Tanah sample
E.     CARA KERJA
1.      Menyiapkan alat dan bahan praktikum
2.      Menyeterilkan alat praktikum, meja praktikum dan tangan praktikum dengan alkohol
3.      Menimbang 1 gram tanah, kemudian melarutkan dengan 9 ml air fisiologis pada tabung reaksi pertama dan memberi label pengenceran 10-1
4.      Mengambil 1 ml larutan pada tabung reaksi pertama pengenceran 10-1, kemudian memasukkan kedalam tabung reaksi ke-2 dan memberi label pengenceran 10-2 yang didalamnya telah berisi air fisiologis 9 ml, selanjutnya menghomogenkan dengan cara menyemprot-nyemrotkan dengan pipet volum
5.      Megulangi cara kerja ke-4 sampai tabung reaksi ke-15 yang masing-masing tabung reaksi telah berisi air fisiologis dan menghomogenkan dengan menyemprot-nyemprotkan dengan pipet volum serta memberi label pada setiap tabung reaksi pengenceran 10-3 sampai pengenceran 10-15
6.      Membuka cawan petri yang telah disterilkan dengan menggunakan autoklaf dengan posisi dekat dengan api.
7.      Mengambil larutan 1 ml dari tabung reaksi pengenceran 10-8 menggunakan pipet volum, selanjutnya mengambil larutan gliserovulvin sebanyak 1 ml dan menambahkan larutan NA kedalam cawan petri sampai seluruh permukaan cawan petri terpenuhi.
8.      Memutar cawan petri searah angka 8 sebanyak 8 kali, kemudian mendiamkan media sampai memadat, setelah memadat praktikan melapisi tepi cawan petri menggunakan cling wrap.
9.      Mengulangi cara kerja ke-7 dan ke-8 sampai tabung reaksi ke-15 atau sampai pengenceran 10-15
10.  Media akan memadat kurang lebih 24 jam, mengamati dan menghitung secara kuantitatif jumlah koloni disetiap cawan petri, kemudian menuliskan data hasil pengamatan.
11.  Menggaris vertikal dan horizontal pada belakang cawan petri dan membagi menjadi 4 kuadran
12.  Memberi nomor setiap kolom pada cawan petri yang telah digarisi
13.  Menghitung koloni pada setiap kolom
14.  Menjumlah semua duta dan menghitung koloni sesuai dengan syarat-syarat TPC.
F.     HASIL PENGAMATAN
      Dari praktikum yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu
1.      Perhitungan kuantitas mikroba (kelompok 1)
No
Media Pengencaran
Jumlah Koloni
1.
Media PDA 10-8

Kuadran I      : 65 koloni
Kuadran II     : 39 koloni
Kuadran III    : 33 koloni
Kuadran IV    : 74 koloni
Jumlah total : 211 koloni
2.
Media PDA 10-9

Kuadran I      : 7 koloni
Kuadran II     : 10 koloni
Kuadran III    : 14 koloni
Kuadran IV    : 6 koloni
Jumlah total : 37  koloni
         = 37.000.000.000 cfu
2.      Perhitungan kuantitas mikroba (kelompok 2)
No
Media Pengencaran
Jumlah Koloni
1.
Media PDA 10-8

Kuadran I      : 37 koloni
Kuadran II     : 39 koloni
Kuadran III    : 38 koloni
Kuadran IV    : 42 koloni
Jumlah total : 156  koloni
      
2.
Media PDA 10-9

Kuadran I      : 34 koloni
Kuadran II     : 36 koloni
Kuadran III    : 35 koloni
Kuadran IV    : 35 koloni
Jumlah total : 140  koloni
         = 140000000000 cfu

3.      Perhitungan kuantitas mikroba (kelompok 3)
No
Media Pengenceran
Jumlah Koloni
1.


Media NA 10-8
Kuadran I      : 110 koloni
Kuadran II     : 89 koloni
Kuadran III    : 77 koloni
Kuadran IV    : 103 koloni
Jumlah total : 379 koloni
2.

Media NA 10-9
Kuadran I      : 99 koloni
Kuadran II     : 152 koloni
Kuadran III    : 61 koloni
Kuadran IV    : 35 koloni
Jumlah total : 347 koloni
4.      Perhitungan kuantitas mikroba (kelompok 4)
No.
Media Pengencaran
Jumlah Koloni
1.
Media NA + CMC 1%+Air Limbah  Pengenceran 10-8


Kuadran I       : 12 koloni
Kuadran II      : 8 koloni
Kuadran III    : 6 koloni
Kuadran IV    : 4 koloni
Jumlah total : 30  koloni
TPC
        
2.
Media NA + CMC 1%+Air Limbah  Pengenceran 10-9


Kuadran I      : 18 koloni
Kuadran II     : 13 koloni
Kuadran III    : 14 koloni
Kuadran IV    : 5 koloni
Jumlah total : 53  koloni
TPC
         = 53.000.000.000 cfu
5.      Perhitungan kuantitas mikroba (kelompok 5)
No
Media Pengenceran
Jumlah Koloni
1.
NA + CMC 2% Deterjen 10-8
I = 39
II = 56
III = 52
IV = 47
Total = 194 x 1/10-8
= 194 x 108
= 19400000000
2.
NA + CMC 2% Deterjen 10-9
I = 28
II = 34
III = 34
IV = 84
Total = 180 x 1/10-9
= 180 x 109
= 18 x 1010
= 180000000000
6.      Perhitungan kuantitas mikroba (kelompok 6)
No
Media Pengencaran
Jumlah Koloni
1.
Media PDA 10-8
Kuadran I      : 36 koloni
Kuadran II     : 35 koloni
Kuadran III    : 33 koloni
Kuadran IV    : 16 koloni
Jumlah total : 120  koloni
      
2.
Media PDA 10-9
Kuadran I      : 11 koloni
Kuadran II     : 34 koloni
Kuadran III    : 17 koloni
Kuadran IV    : 5 koloni
Jumlah total : 67  koloni
         = 67000000000 cfu
G.    DOKUMENTASI
            Berikut adalah dokumentasi pada isolasi mikroba beserta langkah-langkahnya :
No
Gambar
Keterangan
1.
 
Menyiapkan alat dan bahan.
2.


Sebelum menyiapkan alat dan bahan praktikum, menyeterilkan tangan pratikan, kemudian memberikan garis bantu pada cawan petri sebanyak 4 kuadran.

3.

Menghitung koloni kapang dari setiap kuadran dengan memberi tanda menggunakan spidol
4.

Menghitung total jumlah bakteri dari masing-masing kuadran, menggunakan rumus TPC.
H.    PEMBAHASAN
     Praktikum ini, kita melakukan percobaan mengenai Total Plate Count. Percobaan ini digunakan sampel air limbah deterjen yang memiliki berjuta-juta bakteri, oleh karena itu dilakukan pengenceran. Pengenceran dilakukan hingga 1.10-15 Pengenceran dilakukan untuk mengurangi populasi mikroba dalam cairan. Cara pengenceran, setelah dicampur, campuran divortex agar dapat tercampur rata di setiap bagian, lalu pengenceran 10-8dan 10-9 masing-masing dituang dalam cawan petri berbeda, kemudian dicampur dengan media NA agar mikroba dapat tumbuh. Perlakuan selanjutnya adalah menginkubasi selama 24 jam, waktu selama ini merupakan waktu yang bagus, karena mikroba yang tumbuh tidak memenuhi cawan apabila terlalu lama dan tidak terlalu sedikit apabila terlalu sebentar. Biakan yang telah diinkubasi, koloni dihitung, koloni dihitung dengan cara manual dengan cara menghitung satu persatu mikroba yang tumbuh dalam cawan. Cara penghitungan yang bagusdengan dibantu oleh digital coloni counter. Prinsip alat ini adalah membantu penglihatan kita dengan memperbesar menggunakan LUV dan dibantu dengan cahaya dari bawah.
     Metode hitungan cawan didasarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat berkembang hidup akan berkembangbiak menjadi satu koloni. Jumlah koloni yang muncul dalam cawan mengandung indeks bagi jumlah mikroorganisme yang dapat terkandung dalam sampel. Teknik yang harus dikuasai dalam metode ini adalah mengencerkan sampel dan mencawankan hasil pengenceran tersebut. Selesai diinkubasi jumlah masing-masing cawan diamati untuk memenuhi persyaratan statistic, cawan yang dipilih untuk penghitungan koloni adalah yang mengandung 30-300 koloni. Jumlah mikroorganisme dalam sampel tidak diketahui sebelumnya, maka untuk memperoleh sekurang-kurangnya satu cawan yang mengandung koloni dalam jumlah yang memenuhi persyaratan tersebut, harus dilakukan  sederetan pengenceran dan pencawanan. Jumlah organisme yang terdapat dalamsampelasal ditentukan dengan menggunakan jumlah koloni yang terbentuk dengan factor pengenceran pada cawan yang bersangkutan.
     Prinsip dari metode TPC adalah bila sel mikroba yang masih hidup ditumbuhkan pada medium, maka mikroba tersebut akan berkembangbiak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan kemudian dihitung tanpa menggunakan mikroskop. Metode ini merupakan cara paling sensitive untuk menentukan jumlah jasad renik, dikarenakan, hanya sel mikroba yang hidup yang dapat dihitung, beberapa jasad renik dapat dihitung sekaligus, dapat digunakan untuk isolasi, dan identifikasi mikroba karena koloni yang dibentuk mungkin berasal dari mikroba yang mempunyai penampang yang spesifik.
Perhitungan mikroba ini dilakukan pengenceran sampel agar jumlah koloni yang tumbuh dalam cawan petri tidak terlalu banyak maupun  terlalu sedikit, yaitu antara 30-300 koloni. Semakin banyak pengenceran, maka  jumlah koloni yang dihasilkan semakin sedikit. Metode cawan tuang adalah metode yang simple untuk menghitung mikroba, dimana sampel yang sesuai dengan pengenceran yang akan digunakan dituang ke dalam cawan petri dan dicampur media NA yang kemudian jumlah koloni cawan dihitung secara langsung.
Hasil pengamatan dari perhitungan kapang pada media PDA murni pengenceran 10-8 berjumlah 154 koloni dengan rincian kuadran I berjumlah 37 koloni, kuadran II 39 koloni, kuadran III 38 koloni dan kuadran IV berjumlah 42 koloni. Hasil perhitungan dengan rumus TPC yaitu 156 x 108. Sedangkan pada pengenceran 10-9 berjumlah 140 dengan rincian, kuadran I 34 koloni, kuadran II 36 koloni, kuadran III 35 koloni dan kuadran IV 35 koloni, hasil dari perhitungan dengan rumus TPC yaitu 140x109. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sample media PDA yang digunakan mengandung kapang yang melimpah. Jumlah koloni kapang berbanding terbalik dengan tingkat pengenceran dalam artian semakin rendah tingkat pengenceran maka jumlah kapang semakin banyak. Serta pertumbuhan koloni juga dipengaruhi oleh faktor seperti pH, Suhu, Sumber karbon dan Nitrogen.


I.       KESIMPULAN
       Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa:
1.      Pada media NA 10-8 terdapat 194 jumlah koloni
2.      Pada media NA 10-9 terdapat 180 jumlah koloni
3.      Semakin tinggi tingkat pengenceran, maka semakin sedikit jumlah koloninya.
4.      Pada media NA 10-8 dan NA 10-9 terdapat jumlah koloni daintara 30-300 koloni. Hal ini sesuai dengan syarat perhitungan TPC.
5.      Dari perhitungan kapang pada media PDA murni pengenceran 10-8 berjumlah 154 koloni.































DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar dasar mikrobiologi. Jakarta: Djambatan.
Dwidjoseputro, D. 2005. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan.
Fardiaz, Srikandi. 1993. Mikrobiologi Pangan. Institut PertanianBogor :Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. PAU Pangandan Gizi.
Nurtjahyani, 2011. Peran Mikroorganisme Dalam Perkembangan Mikrobiologi       Pangan. Prospektus. Vol. Ix No. 1.
Pujiati S.Si.,M.Si. 2016. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Dasar. Prodi Biologi IKIP PGRI Madiun.
Pradhika, E.I. 2008. Menentukan Jumlah dan Ukuran Mikroba.
Waluyo, Lud. 2004. Mikrobiologi. Malang : Universitas Muhammadiah Malang
Dwidjoseputro, D. 2005. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan.


     






Tidak ada komentar:

Posting Komentar