Nama : Kurnia Pratiwi
NPM : 16431028
Kelas : P. Biologi IVA
FILSAFAT SAINS
Review video kuliah terbuka
Dr. Karlina supelli.M.Sc.
“ANCAMAN TERHADAP ILMU
PENGETAHUAN”
Beberapa materi yang dapat saya
pahami dari video tersebut diantaranya, Ilmu pengetahuan tidak mengajarkan
kepastian melainkan melatih akal budi untuk berani menyangsikan segala sesuatu
dan segala sesuatu yang telah teruji melalui menyangsikan akan kokoh. Manusia yang sibuk memuja diri atau kelompoknya menolak
pendapat dan pengetahuan yang tidak sejalan dengan pahamnya – pun saat fakta
tersedia di depan mata. Sebaliknya, “apa yang aku percayai”, “apa yang
kuinginkan” atau “apa yang kusuka” dapat berubah menjadi kebenaran. Bahwa
faktanya tidak demikian, adalah perkara belakangan. Tak ada dusta di dunia;
hanya ada “fakta alternatif”.
Ilmu
pengetahuan bukan urusan percaya atau tidak percaya, suka atau tidak suka.
Perkembangan ilmu pengetahuan tentu melibatkan kepercayaan-kepercayaan
individual. Akan tetapi, kriteria keberterimaan suatu teori mengacu ke tataran
empiris dan logis. Empiris berarti ada kesesuaian antara pernyataan yang
dirumuskan oleh pikiran dan fakta yang ada di dunia; logis berarti
pernyataan-pernyataannya sederap, tidak saling bertentangan. Setia pada fakta
akan ditafsirkan menurut teori, apa yang ada di dunia sulit untuk
disembunyikan,dan sains bekerja dengan fakta. Dan fakta tersebut melahirkan
hukum-hukum deskripsi gejala, tetapi deskripsi tidak menjelaskan mengapa.
Mengapa – mekanisme real- peristiwa aktual- pengalaman empiris. Kerumitan data
pada penelitian menghasilkan kesimpulan yang terus bereplikasi. Dalam ilmu
pengetahuan, kepercayaan tidak dapat menggantikan penalaran ilmiah. Sebagaimana
nalar belaka tidak dapat membuahkan harapan, kepercayaan tidak dapat menghasilkan
pengetahuan tentang kementakan gejala-gejala di dunia. Kepercayaan dapat
membuahkan nubuat, tetapi kesahihannya didapat dari dalam kepercayaan itu
sendiri. Sains hanya bekerja di dalam batas ruang dan waktu seperti menjelaskan
mekanisme atau proses- proses. Realitas (tidak ada batasnya) – batas metode
ilmiah – gejala dunia – mekanisme. Jangan samakan antara sikap ilmuwan dengan
apa yang dibutuhkan oleh ilmu pengetahuan untuk menjadi ilmu. Sikap dan ilmu
jangan dirancukan. Dengan adanya batas maka meenjadi jelas apa yang bisa
dipelajari oleh sains dan diberi penjelasan ilmiah dari apa yang kita biarkan
tidak perlu dimasuki oleh sains.
ilmu pengetahuan bercorak serkular. Serkularisasi
adalah kesanguupan untuk berpikir pada ranah dunia ini dan mencari penjelasan
di dunia. Ketika kita dengan mudah meminjam penjelasan dari luar dunia,
maka nalar terbentur pada peutlakan. Akal budi menjadi tumpul karena segala
persoalan dengan mudah dijawab. Ilmu pengetahuan membutuhkan sikap
aknostik (dunia itu ada atau tidak ada bukan urusan ilmu pengetahuan). Ilmu
pengetahuan mempunyai kepentingan untuk membangun sikap menolak atau tidak
menolak.
Ilmu
digunakan untuk menjastifikasi dan ketika tidak cocok ilmu dianggap tidak
perlu. Intinya ilmu dipilih secara selektif. Relativisme bermula dari kritik terhadap rasionalitas ilmu
pengetahuan dan kekuasaannya yang didapat melalui pengorganisasian ilmu
pengetahuan secara besar-besaran (Big Science). Pada gilirannya,
relativisme menjadikan ilmu pengetahuan sebagai program yang mustahil. Ancaman
terhadap ilmu pengetahuan dapat dihindari apabila pada setiap masyarakat
khususnya bagi pendidik maupun mahasiswa dapat secara aktif berfikir kritis
serta membuka wawasan mereka terhadap ilmu – ilmu baru tanpa menjastifikasi
salah atau benar.
tulisannya jangan warna hitam.. gak keliatan
BalasHapus