Selasa, 17 Juli 2018

Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini, Remaja, Dewasa

Nama : Kurnia Pratiwi
Nim   :  16431028

Kebutuhan Dasar Anak
1.      Kebutuhan Fisik-Biologis (ASUH) :  Meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan seperti: nutrisi, imunisasi, kebersihan tubuh & lingkungan, pakaian, pelayanan/pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, olahraga, bermain dan beristirahat
2.      Kebutuhan kasih sayang dan emosi (ASIH) : Kasih sayang dari orangtuanya akan menciptakan ikatan yang erat atau bonding dan kepercayaan dasar atau (basic trust) untuk menjamin tumbuh kembang fisik-mental dan psikososial anak dengan cara: Menciptakan rasa aman dan nyaman, anak merasa dilindungi, Diperhatikan minat,keinginan, dan pendapatnya. Diberi contoh (bukan dipaksa). Dibantu, didorong/dimotivasi dan dihargai. Dididik dengan penuh kegembiraan,melakukan koreksi dengan kegembiraan dan kasih sayanh (bukan ancaman/hukuman).
3.      Kebutuhan Stimulasi (ASAH) : Stimulasi mental merupakan cikal bakal dalam proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak.Stimulasi mental atau asah ini mengembangkan perkembangan mental psikososial :kecerdasan,keterampilan, kemandirian,kreatifitas,agama,kepribadian,moral etika,produktifitas dan sebagainya.
Anak perlu distimulasi sejak dini untuk mengembangkan sedini mungkin kemampuan sensorik, motorik, emosi-sosial, bicara, kognitif, kemandirian, kreativitas, kepemimpinan, moral dan spiritual anak.

Jenis – Jenis Kebutuhan Anak Usia Dini

1)      Kebutuhan Fisik
Merupakan kebutuhan primer bagi seorang anak kebutuhan ini meliputi penyediaan makanan,tempat tinggal dan pakaian.dengan terpenuhinya kebutuhan fisik maka anakpun akan dapat berkembang. Namun untuk mendapatkan perkembangan yang optimal pemehuhan kebutuhan fisik tentunya tidak sekedar menyangkut aspek kuantitasnya.jusrtu yang lebih penting adalah kualitas dari makan atau asupan gizi yang diberikan,kenyamanan tempat tinggal maupun kualitas pakaian yang diberikan.jadi memang untuk daapat mendidik anak dengan optimal kebutuhan fisik inilah harus terpenuhiterlebih dahulu. Misalnya tentang makanan, orang tua haruslah pandai-pandai untuk memberikan makanan yang cukup bernutrisi bagi anak.
2)      Kebutuhan emosi
Pemenuhan kebutuhan emosi anak yang optimal akan mendukung tumbuh kembang anak menyangkut kepercayaan diri dan hubungan social dengan orang lain maupun lingkungan sekitarnya. Kebutuhan emosi ini diberika oleh orang tua melalui perhatian, kasih sayang, dan kepedulian.
Orang tua harusla mendidik anaknya dengaenuh kasih sayang karena hal ini sangat berpengaruh terhadap sianak.dengandididkan yang penuh kasih sayang seorang anak juga akan tumbuh menjadi penyayang terhadap orang lain.
3)      kebutuhan intelektual
Perkembangan intelektual anak merupakan salah satu asapek penting dalam psikologi perkembangan anak usia dini. Gerakan anak yang lincah dan dianmis memperlihatkan perkembangan intelektual yang sangat potensial. Sebaliknya anak yang terlalu dian justru perlu dirasa untk mengembangkan asapek intelektual terebut. Namun sayangnya banyak orang tua yang jusru seakan terbebabni dengan anka yang terallu lincah dan menganggapnya sebagai kenakalan, sehingga sering ditgur dan dimarahi. Bila ini dilakukan justru akan dapat menghambat pertumbuhan anak.
4)      Kebutuhan social
Proses peniruan terhadap orang-orang terdekat merupakan cermina kebutuhan social anak.karena itulah seorang anak perlu dikenalkan dengan dunia sekitarnya. Hal ini penting agar anak memahami eksistensinya ditengah kehiduan sosialnya. Terutama agar anak tidak merasa rendah diri dan takut saarbersama temannya,mulai masuk play group maupun masa saat sekolah. Kebutuhan social yng terpenuhi dengan baik akan mendorong anak mengembangkan aspek alin dlam dirinya.
Anak juga merupakan mahluk social yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya.dengan bersosialisasidengan lingkunga luar anak akan menerapkan apa yang telah diperoleh dalam keluarganya, selanjutnya anak juga akan melakukan pengombinasian terhadap apa yang ada dengan lingkungannya dengan apa yang sudah iya terima dilingkunanya.
5)      Kebutuhan moral
Psikologi perkembangan anak usi dini menyangkut masalah nilai dan moralitas. Sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari aspek emosi maupun intelektualitas. Namun seperti diungkapkan dalam teori tabula rasa seorang anak ibarat lembaran putih yang sangat ditentukan oleh lingkungannya. Karena itulah pembekalan terhadap factor nilai dan moralitas sangat pentig diterapkan pada anak sejak dini. Agar anak memiliki bekal dalam memnilai pengaruh dari sebuah system tata nilai yang lebih besar. Anak adalah asset utama bagi keberlansungan kehidupa manusia. Untuk itu semua pihak berperan agar dapat mencetak ank menjadi anak yang berkualitas. Psikologiperkembangan anak usia didni akan membantu meraih tujuan ini.
Impikasi pendidik ( guru ) dalam memenuhi kebutuhan anak usia dini
1.      Anak-anak perlu merasakan percaya, aman dan mampu
            Maka dari itu guru harus mampu membangun kepercayaan diri dari si anak agar anak tidak merasa tertekan dengan dunia yang dia hadapi dengan cara mengajak anak untuk berkomunikasi dengan tujuan membangun kepercayaan dalam dirinya. Serta guru harus  senantiasa memberikan rasa aman dalam suatu lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung, mereka akan berani untuk menjadi dirinya sendiri. Guru harus merencanakan suatu lingkungan di mana anak-anak dapat mencoba ide-ide maupun keterampilan baru,
2.       Anak-anak memiliki kebutuhan untuk tahu, memaknai, dan untuk memecahkan masalah.
           Guru memberikan kesempatan untuk menggambarkan apa yang mereka lihat dan lakukan, memecahkan masalah dan mengevaluasi apa yang mereka lihat dan dengar, dengan cara bermain dan mengeksplorasi dirinya maupun dunia luar.
3.      Anak-anak perlu kreatif.
           Guru menyiapkan media dan benda benda untuk anak didiknya agar  mereka mampu . mengembangkan kemampuan untuk menjelaskan segala sesuatu kepada orang lain dan untuk mengekspresikan ide-ide kreatif  mereka.
4.      Anak-anak perlu mengembangkan koordinasi fisik.
           Guru dapat memenuhi kebutuhan tersebut melalui kegiatan seperti menggunting, menggambar dan merangkai manik-manik.
5.      Anak-anak perlu untuk berbagi pengalaman
           Guru harus memberikan kesempatan anak untuk  mengetahui bahwa orang lain tidak selalu berpikir dengan cara yang sama  dengan mereka lakukan, atau melihat sesuatu dari perspektif yang sama, guru harus bisa menciptakan suasana bertanya dan bercerita Guru juga harus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bermain / berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa.. Mereka membutuhkan kesempatan untuk bercerita dengan teman sebaya dan oraang dewasa. Mereka membutuhkan kesempatan untuk menonton orang lain dan meniru apa yang mereka lakukan.

Jenis-jenis Kebutuhan Remaja
1.      Kebutuhan Fisiologis
     Kebutuhan yang mendapat prioritas utama yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan kondisi fisik, yang disebut “kebutuhan fisiologis”. Contoh dari kebutuhan ini adalah makan, minum, tempat tinggal, pemuasan seksual, udara segar, istirahat dan sebagainya.
2.      Kebutuhan Rasa Aman dan Tentram
     Kebutuhan rasa aman dan tentram (safety and security) ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga bersifat psikis misalnya terbebas dari gangguan dan ancaman serta permasalahan yang dapat mengganggu ketenangan hidup seseorang.
3.      Kebutuhan akan Cinta dan rasa memiliki
     Kebutuhan ini (love and belongingness) diaktualisasikan dalam bentuk :
(1) perasaan diterima oleh orang lain,
(2) merasa bahwa dirinya penting,
(3) diikut sertakan dalam kehidupan kelompok.
4.      Kebutuhan harga diri
     Kebutuhan ini lebih sering dikaitkan dengan prilaku ataupun sifat seseorang yang nantinya akan mencerminkan harga diri orang tersebut. Dalam beberapa kasus, kebutuhan ini akan sangat mempengaruhi penilaian orang lain terhadap orang tersebut
Impikasi pendidik ( guru ) dalam memenuhi kebutuhan usia remaja
1.      Guru memberikan pengetahuan ke pada peserta didik tentang pentingnya mengembangkan nilai – nilai kedewasaan.
2.      Sebagai seorang guru harus mampu membangun prilaku secara bertanggung jawab pada diri sendiri keluarga bahkan masyarakat serta dapat belajar jadi mandiri dan mampu.
Misalnya di lingkungan sekolah dengan memberikan tanggung jawab tugas individu belajar dirumah (pr) dan harus dikumpulkan.
3.      Guru dituntut untuk ikut serta mengembangkan kemampuan itelektual untuk mempersiapkan masa depan dengan cara memberikan pengarahan taupun konseling.

Kebutuhan-Kebutuhan Orang Dewasa
1.      Kebutuhan untuk melakukan suatu aktivitas.
            Hal ini sangat penting bagi orang dewasa karena suatu aktivitas mengandung suatu kegembiraan baginya.
2.      Kebutuhan untuk menyenangkan orang lain.
             Banyak orang dewasa yang dalam kehidupannya memiliki motivasi untuk banyak berbuat sesuatu demi kesenangan orang lain. Harga diri seseorang dapat dinilai dari berhasil tidaknya usaha memberikan kesenangan pada orang lain. Hal ini sudah barang tentu merupakan kepuasan dan kebahagian tersendiri bagi orang yang melakukan kegiatan tersebut.
3.      Kebutuhan untuk mencapai hasil.
            Suatu pekerjaan itu akan berhasil baik, kalau hasilnya mendapat “pujian”. Aspek pujian ini merupakan dorongan bagi orang dewasa untuk bekerja dengan giat. Apabila hasil pekerjaan itu tidak dihiraukan orang lain, motivasi orang dewasa untuk melakukan pekerjaan tersebut akan berkurang. Oleh karena itu, orang dewasa harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melakukan sesuatu dengan hasil yang optimal sehingga memiliki rasa sukses.
4.       Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan.
            Suatu kesulitan atau hambatan, mungkin menimbulkan rasa rendah diri pada orang dewasa, tetapi hal ini dapat menjadi dorongan untuk mencari konpensasi dengan usaha yang tekun dan luar biasa, sehinggah tercapai kelebihan atau keunggulan dalam bidang tertentu.


Impikasi pendidik ( guru ) dalam memenuhi kebutuhan orang dewasa
1.      Sebagai seorang guru harus memberikan pengetahuan tentang aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan orang dewasa agar tidak menyebabkan kecelakaan dalam aktivitas
2.      Guru berperan penting dalam mencapai hasil karna biasanya guru adalah sumber ilmu yang mampu memenuhi kebutuhan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar