Nama : Kurnia Pratiwi
Nim : 16431028
Kebutuhan
Dasar Anak
1. Kebutuhan
Fisik-Biologis (ASUH) : Meliputi
kebutuhan sandang, pangan, papan seperti: nutrisi, imunisasi, kebersihan tubuh
& lingkungan, pakaian, pelayanan/pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, olahraga,
bermain dan beristirahat
2. Kebutuhan kasih
sayang dan emosi (ASIH) : Kasih sayang dari orangtuanya akan menciptakan ikatan
yang erat atau bonding dan kepercayaan dasar atau (basic trust) untuk menjamin
tumbuh kembang fisik-mental dan psikososial anak dengan cara: Menciptakan rasa
aman dan nyaman, anak merasa dilindungi, Diperhatikan minat,keinginan, dan
pendapatnya. Diberi contoh (bukan dipaksa). Dibantu, didorong/dimotivasi dan
dihargai. Dididik dengan penuh kegembiraan,melakukan koreksi dengan kegembiraan
dan kasih sayanh (bukan ancaman/hukuman).
3. Kebutuhan
Stimulasi (ASAH) : Stimulasi mental merupakan cikal bakal
dalam proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak.Stimulasi mental atau
asah ini mengembangkan perkembangan mental psikososial :kecerdasan,keterampilan, kemandirian,kreatifitas,agama,kepribadian,moral
etika,produktifitas dan sebagainya.
Anak
perlu distimulasi sejak dini untuk mengembangkan sedini mungkin kemampuan
sensorik, motorik, emosi-sosial, bicara, kognitif, kemandirian, kreativitas,
kepemimpinan, moral dan spiritual anak.
Jenis
– Jenis Kebutuhan Anak Usia Dini
1) Kebutuhan
Fisik
Merupakan kebutuhan primer bagi seorang
anak kebutuhan ini meliputi penyediaan
makanan,tempat tinggal dan pakaian.dengan terpenuhinya kebutuhan fisik maka
anakpun akan dapat berkembang. Namun untuk mendapatkan perkembangan yang optimal pemehuhan kebutuhan
fisik tentunya tidak sekedar menyangkut aspek kuantitasnya.jusrtu yang lebih
penting adalah kualitas dari makan atau asupan gizi yang diberikan,kenyamanan
tempat tinggal maupun kualitas pakaian yang diberikan.jadi memang untuk daapat
mendidik anak dengan optimal kebutuhan fisik inilah harus terpenuhiterlebih
dahulu. Misalnya tentang makanan, orang tua
haruslah pandai-pandai untuk memberikan makanan yang cukup bernutrisi bagi
anak.
2) Kebutuhan
emosi
Pemenuhan kebutuhan emosi anak yang
optimal akan mendukung tumbuh kembang
anak menyangkut kepercayaan diri dan hubungan social dengan orang lain maupun
lingkungan sekitarnya. Kebutuhan emosi ini diberika oleh orang tua melalui
perhatian, kasih sayang, dan kepedulian.
Orang tua harusla mendidik anaknya
dengaenuh kasih sayang karena hal ini sangat berpengaruh terhadap
sianak.dengandididkan yang penuh kasih sayang seorang anak juga akan tumbuh
menjadi penyayang terhadap orang lain.
3) kebutuhan
intelektual
Perkembangan intelektual anak merupakan
salah satu asapek penting dalam psikologi perkembangan anak usia dini. Gerakan
anak yang lincah dan dianmis memperlihatkan perkembangan intelektual yang
sangat potensial. Sebaliknya anak yang terlalu dian justru perlu dirasa untk
mengembangkan asapek intelektual terebut. Namun sayangnya banyak orang tua yang
jusru seakan terbebabni dengan anka yang terallu lincah dan menganggapnya
sebagai kenakalan, sehingga sering ditgur dan dimarahi. Bila ini dilakukan
justru akan dapat menghambat pertumbuhan anak.
4) Kebutuhan
social
Proses peniruan terhadap orang-orang
terdekat merupakan cermina kebutuhan social anak.karena itulah seorang anak
perlu dikenalkan dengan dunia sekitarnya. Hal ini penting agar anak memahami eksistensinya ditengah
kehiduan sosialnya. Terutama agar anak tidak merasa rendah diri dan takut
saarbersama temannya,mulai masuk play group maupun masa saat sekolah. Kebutuhan
social yng terpenuhi dengan baik akan mendorong anak mengembangkan aspek alin
dlam dirinya.
Anak juga merupakan mahluk social yang
membutuhkan orang lain dalam hidupnya.dengan bersosialisasidengan lingkunga
luar anak akan menerapkan apa yang telah diperoleh dalam keluarganya,
selanjutnya anak juga akan melakukan pengombinasian terhadap apa yang ada
dengan lingkungannya dengan apa yang sudah iya terima dilingkunanya.
5) Kebutuhan
moral
Psikologi perkembangan anak usi dini
menyangkut masalah nilai dan moralitas. Sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari
aspek emosi maupun intelektualitas. Namun seperti diungkapkan dalam teori
tabula rasa seorang anak ibarat lembaran putih yang sangat ditentukan oleh
lingkungannya. Karena itulah pembekalan terhadap factor nilai dan moralitas
sangat pentig diterapkan pada anak sejak dini. Agar anak memiliki bekal dalam
memnilai pengaruh dari sebuah system tata nilai yang lebih besar. Anak adalah
asset utama bagi keberlansungan kehidupa manusia. Untuk itu semua pihak
berperan agar dapat mencetak ank menjadi anak yang berkualitas. Psikologiperkembangan
anak usia didni akan membantu meraih tujuan ini.
Impikasi pendidik ( guru )
dalam memenuhi kebutuhan anak usia dini
1. Anak-anak
perlu merasakan percaya, aman dan mampu
Maka dari itu guru harus
mampu membangun kepercayaan diri dari si anak agar anak tidak merasa tertekan
dengan dunia yang dia hadapi dengan cara mengajak anak untuk berkomunikasi
dengan tujuan membangun kepercayaan dalam dirinya. Serta guru harus senantiasa memberikan rasa
aman dalam suatu lingkungan belajar
yang
nyaman dan mendukung, mereka akan berani untuk menjadi dirinya sendiri. Guru harus merencanakan suatu lingkungan
di mana anak-anak dapat mencoba ide-ide maupun keterampilan baru,
2.
Anak-anak
memiliki kebutuhan untuk tahu, memaknai, dan untuk memecahkan masalah.
Guru memberikan kesempatan
untuk menggambarkan apa yang mereka lihat dan lakukan, memecahkan masalah dan
mengevaluasi apa yang mereka lihat dan dengar, dengan cara bermain dan
mengeksplorasi dirinya maupun
dunia luar.
3.
Anak-anak
perlu kreatif.
Guru menyiapkan media dan
benda benda untuk anak didiknya agar
mereka mampu . mengembangkan kemampuan untuk
menjelaskan segala sesuatu kepada orang lain dan untuk mengekspresikan ide-ide kreatif mereka.
4. Anak-anak
perlu mengembangkan koordinasi fisik.
Guru dapat memenuhi
kebutuhan tersebut melalui kegiatan seperti menggunting, menggambar dan
merangkai manik-manik.
5.
Anak-anak perlu
untuk berbagi pengalaman
Guru harus memberikan kesempatan anak
untuk mengetahui bahwa orang lain tidak
selalu berpikir dengan cara yang sama dengan mereka lakukan, atau melihat sesuatu
dari perspektif yang sama, guru harus bisa menciptakan suasana bertanya dan
bercerita Guru juga harus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bermain /
berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa.. Mereka
membutuhkan kesempatan untuk
bercerita dengan teman sebaya dan oraang dewasa. Mereka
membutuhkan kesempatan untuk menonton orang lain dan meniru apa yang mereka
lakukan.
Jenis-jenis Kebutuhan
Remaja
1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan yang mendapat
prioritas utama yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan kondisi fisik, yang
disebut “kebutuhan fisiologis”. Contoh dari kebutuhan ini adalah makan, minum,
tempat tinggal, pemuasan seksual, udara segar, istirahat dan sebagainya.
2. Kebutuhan Rasa Aman dan Tentram
Kebutuhan rasa aman dan
tentram (safety and security) ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga
bersifat psikis misalnya terbebas dari gangguan dan ancaman serta permasalahan
yang dapat mengganggu ketenangan hidup seseorang.
3. Kebutuhan
akan Cinta dan rasa memiliki
Kebutuhan ini (love and
belongingness) diaktualisasikan dalam bentuk :
(1) perasaan diterima oleh orang lain,
(2) merasa bahwa dirinya penting,
(3) diikut sertakan dalam kehidupan
kelompok.
4.
Kebutuhan harga
diri
Kebutuhan ini lebih
sering dikaitkan dengan prilaku ataupun sifat seseorang yang nantinya akan
mencerminkan harga diri orang tersebut. Dalam beberapa kasus, kebutuhan ini
akan sangat mempengaruhi penilaian orang lain terhadap orang tersebut
Impikasi pendidik ( guru )
dalam
memenuhi kebutuhan usia
remaja
1.
Guru memberikan pengetahuan ke pada peserta didik tentang
pentingnya mengembangkan nilai – nilai kedewasaan.
2.
Sebagai seorang guru harus mampu membangun prilaku secara
bertanggung jawab pada diri sendiri keluarga bahkan masyarakat serta dapat belajar
jadi mandiri dan mampu.
Misalnya di lingkungan sekolah dengan memberikan tanggung
jawab tugas individu belajar dirumah (pr) dan harus dikumpulkan.
3.
Guru dituntut untuk ikut serta mengembangkan kemampuan
itelektual untuk mempersiapkan masa depan dengan cara memberikan pengarahan
taupun konseling.
Kebutuhan-Kebutuhan Orang Dewasa
1. Kebutuhan
untuk melakukan suatu aktivitas.
Hal
ini sangat penting bagi orang dewasa karena suatu aktivitas mengandung suatu
kegembiraan baginya.
2.
Kebutuhan untuk
menyenangkan orang lain.
Banyak orang dewasa yang dalam kehidupannya
memiliki motivasi untuk banyak berbuat sesuatu demi kesenangan orang lain.
Harga diri seseorang dapat dinilai dari berhasil tidaknya usaha memberikan
kesenangan pada orang lain. Hal ini sudah barang tentu merupakan kepuasan dan
kebahagian tersendiri bagi orang yang melakukan kegiatan tersebut.
3. Kebutuhan
untuk mencapai hasil.
Suatu
pekerjaan itu akan berhasil baik, kalau hasilnya mendapat “pujian”. Aspek
pujian ini merupakan dorongan bagi orang dewasa untuk bekerja dengan giat.
Apabila hasil pekerjaan itu tidak dihiraukan orang lain, motivasi orang dewasa
untuk melakukan pekerjaan tersebut akan berkurang. Oleh karena itu, orang
dewasa harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melakukan sesuatu dengan
hasil yang optimal sehingga memiliki rasa sukses.
4. Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan.
Suatu
kesulitan atau hambatan, mungkin menimbulkan rasa rendah diri pada orang dewasa,
tetapi hal ini dapat menjadi dorongan untuk mencari konpensasi dengan usaha
yang tekun dan luar biasa, sehinggah tercapai kelebihan atau keunggulan dalam
bidang tertentu.
Impikasi pendidik ( guru )
dalam
memenuhi kebutuhan
orang dewasa
1.
Sebagai seorang guru harus memberikan pengetahuan tentang
aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan orang dewasa agar tidak menyebabkan
kecelakaan dalam aktivitas
2.
Guru berperan penting dalam mencapai hasil karna biasanya
guru adalah sumber ilmu yang mampu memenuhi kebutuhan untuk mencapai suatu
hasil yang diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar