Selasa, 17 Juli 2018

ESAI PGRI Sebagai Organisasi Serikat Pekerja Yang Independen



PGRI Sebagai Organisasi Serikat Pekerja
 Yang Independen

            Dunia pendidikan memegang peran penting dalam maju dan berkembangnya suatu negara akan tetapi dalam dunia pendidikan semua pihak haruslah perduli, ada kesadaran dari setiap individu serta partisipasi dalam segala hal yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan, dan ada tanggung jawab dari semua pihak yang tujuannya untuk membangun dunia pendidikan yang unggul dan berkualitas. Salah satunya pihak yang dianggap mampu meningkatkan pendidikan di Indonesia adalah organisasi PGRI.
            Yang sudah kita ketahui bahwa PGRI merupakan sebuah wadah perjuangan untuk mewujudkan hak azasi para guru sebagai seorang pekerja, yang dalam Undang – Undang No. 13 tahun 2003 telah dijelaskan dengan jelas bahwa organisasi yang dibentuk dari dan untuk pekerja yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokrasi, dan bertanggung jawab untuk memperjuangkan dan melindungi dan meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya supaya harmonis dalam kehidupannya, jadi dari Undang – Undang No. 13 Tahun 2003 ini dapat ditarik maknanya bahwa tujuan dibetuknya suatu serikat pekerja adalah untuk memperjuangkan, melindungi, serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya, dengan sifat  keterbukaan, bebas, mandiri, dan bertanggung jawab. Jadi dalam serikat pekerja ini tidak ada hal yang perlu tutup tutupi semua transparan, tidak saling berpacu dalam berebut peran baik sebagai pengurus ataupun peran sebagai panitia, karena dengan kita meninggalkan hal ini maka kita kan lebih mudah mewujudkan kesejahteraan anggota baik sosial maupun non sosial.
            PGRI yang merupakan organisasi pekerja yang independen, apa itu arti sebenarnya dari independen, independen adalah berdiri sendiri artinya PGRI adalah organisasi yang bebas tidak terikat oleh pihak manapun dan tidak larut dalam kekuasaan suatu penguasa manapun. Namun disisi lain ada banyak orang yang beranggapan bahwa profesi guru dan dosen adalah profesi panggilan jiwa, suka rela maksudnya yakni guru dan dosen adalah profesi yang mengabdikan diri sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
            Tetapi anggapan itu pada masa sekarang sudah tak lagi diperdebatkan karena pada hakekatnya menjadi seorang guru ataupun dosen itu adalah menjadi seorang pekerja atau profesi bukan hanya seorang pahlawan tanpa tanda jasa saja tetapi guru dan dosen adalah sebuah profesi yang dimana jasanya juga perlu dihargai, semisalnya dengan memberikan gaji pokok setiap bulannya dengan tepat waktu agar guru dan dosen senantiasa semangat untuk memcerdaskan kehidupan bangsanya.
            Sejarah PGRI sebagai ketenegakerjaan atau PGRI sebagai serikat pekerja berawal dari serikat pekerja sederhana pada tahun 1945 sampai dengan tahun 1973 hingga pada tahun 1973 PGRI ditetapkan sebagai suatu organisasi profesi yang lengkap dengan kode etik. Sejak ditetapkannya sebagai organisasi profesi, PGRI mulai lebih giat lagi untuk berbuat banyak dalam memperjuangkan anggotanya serta mutu profesi guru khususnya dan pendidikan pada umumnya.
            Gerakan serikat pekerja adalah suatu bentuk solidaritas yang memperjuangankan kesejahteraan, keadilan, demokrasi, martabat, dan hak – hak manusia. Gerakan ini adalah gerakan untuk memicu sekaligus mendobrak semangat para guru agar tetap menjunjung tinggi profesinya.  Dalam memperjuangkan hak anggotanya suatu serikat pekerja memerlukan banyak dukungan baik secara langsung maupun tak langsung, salah satunya melalui media komunikasi dengan menggunakan media komunikasi segala aktivitas yang dilakukan serikat perkerja dalam suatu organisasi dapat dengan mudah diketahui dan di dukung banyak orang dan lembaga luar. Bahkan interaksi langsungpun juga sangat diperlukan untuk tetap mendukung berlanjutnya serkat pekerja.
            Dari tahun 2000 PGRI telah menjadi salah satu Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Perjuangan PGRI sebagai serikat pekerja ditopang 5 pilar diantara 5 tersebut adalah imbalan jasa, rasa aman, kondisi kerja, hubungan antar pribadi dan yang terakhir adalah kepastian karier.
            Walapun banyak tantangan dan tekanan yang harus dihadapi. Kita kembali mengingat dari kejadian era orde lama menjadi orde baru, yang pada periode tersebut pihak militerlah yang paling berkuasa serta sewenang wenang terhadap masyarakat, bahkan ia tak segan – segan untuk menindas masyarakat. Pada periode itu adalah periode paling sulit bagi serikat pekerja, gaji guru tidak ada ketentuan khusus bahkan sangatlah rendah banyak ketentuan dari pemerintah namun ketentuan tersebut juga banyak dilanggar oleh pemerintah itu sendiri. Bukan hanya guru yang menderita pada periode ini nasib buruhpun juga terancam. Berawal dari krisis moneter yang melanda hampir seluruh kawasan Asia orde barupun runtuh dengan aksi para mahasiswa yang mendesak pemerintah.
            Disini peran serikat pekerja PGRI sangat dinantikan untuk tetap berusaha meningkatkan kesejahteraan anggota berserta keluarga. Karena dengan memiliki anggota yang cukup banyak PGRI dapat dengan kuat mempertahankan organisasi pekerja. Selain itu PGRI juga telah banyak pengalaman dalam memperjuangkan permasalahan nasib dan hak – hak  guru. Disisi lain mungkin saja terjadi hambatan hambatan dari luar misalnya dari negara ataupun pemerintah. Tetapi itu bukan halangan bagi PGRI Sebagai Organisasi Serikat Pekerja Yang Independen.
            Akan tetapi suatu organisasi tidak akan menjadi menjadi kuat bila tidak ditopang dengan dana yang memadai, maka dari itu perlu adanya usaha untuk iuran kas anggota atau bisa juga dengan koperasi guru dan dosen agar menunjang manajemen keuangan organisasi yang baik. Bukan hanya dana namun tentang solidaritaspun juga sangat penting, masalah solidaritas organisasi merupakan masalah yang sering kali sulit diselesaikan karena apa suatu serikat pekerja tidak mampu menganalisis masalah – masalah yang timbul atau kurang pemahaman akan solidaritas yang sesungguhnya, semua anggota organisasi haruslah bisa berpikir jernih dalam menghadapi segala situasi, sehingga solusi yang dibutuhkan dapat ditemukan, dan meminimalisir berdebatan dan permusuhan antar anggota agar seluruh anggota solid dalam segala kondisi yang terjadi. Dan yang terpenting lagi adalah semua anggota sadar akan capaian yang perlu diperjuangkan dan digapai yaitu untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarganya supaya harmonis dalam kehidupannya dan tidak ada perbedaan kesejahteraan dari setiap anggota.




Nama   : Kurnia Pratiwi
NIM    : 16431028
Kelas : Pendidikan Biologi 3A









Tidak ada komentar:

Posting Komentar